Sabtu, 30 April 2016

Tinta Air Mata

(Moch. Cholis)

Waktu kuajukan rasaku pada langit
Dia tak sanggup jadi kanvas
Luasan tujuh lapis tak bersisa tepiannya
Begitupun samudera
Volumenya tak cukup dijadikan tinta

Pohon-pohon yang kurencanakan jadi pena
Bertumbangan ambles ke bumi
Menghindar tak terkejar
Tak sanggup mereka berkoordinasi
Melukis rasaku ini


Kini

Tersisa harapan pada air mata
Yang kupunya
Setidaknya ia tak kan mengering
Sampai ajalku tiba

Apa daya
Air mata pun hanya mampu tumpah

Bingung mereka memformulasi huruf
Yang tak pernah ada polanya di dunia ini
Sebelumnya

Rasa yang tak pernah ada sejarahnya
Rasa yang melewati batas cinta Qois dan Laila
Tak bisa dimonumen Taj Mahalkan
Seperti cinta Shah Jehan pada permaisurinya

Tak seremeh cinta Romeo Juliet
Yang bisa hanya cukup racun dan pistol
Untuk menuntaskannya
Apalagi sekelas Cinta dan Rangga
Yang tak kembali dalam satu purnama

Rasa ku ini
Tak pernah ada polanya
Tak terekam warna yang pernah ada
Tak terdeteksi arbitrasi Bahasa manusia
Mungkin yang bisa mengimbanginya
Hanya cinta Cholis dan Laili Ivana
Meski,
pola unsur-unsur instrinsiknya berbeda





Tidak ada komentar:

Posting Komentar