(Moch.
Cholis)
Di
antara wajah sendu
Yang
sedang menunggu ketukan palu
Ingin
aku menjadi lautan
Yang
menampung semua air mata
Yang
belum, sudah, dan akan tumpah
Angin
yang berhembus
Di
sela-sela bulu kudukku
Membawa
cerita berbagai keluh-kesah manusia
Nafas-nafas
yang tersengal kelelahan
Berpacu
dengan derita
Yang
tak berkesudahan
Sisa-sisa
api unggun yang terbakar
Terbang
berkeliling
Mengetuk
pintu-pintu rumah punggawa istana
Rembulan
sedang tersandera
Cahayanya
rebah
Lemah
diperkosa berjuta-juta raksasa
Bertaring
haus darah
Yang
menghisap-hisap
Sampai
ke sumsum tulang korbannya
Seperti
biasa, aku tak bias berbuat apa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar