Selasa, 05 April 2016

Gumam Sang Kepompong



(M. Falikhul Isbah)
   
Kita pernah meniti licinnya
Batang kehidupan
Kita pernah terkepung para
omnivora pemangsa keadaan
Menyembunyikan jiwa putih
di balik hijaunya daun kebaikan

Dalam kepompong ini
Kita tidak berdiam diri
Namun bergerak meraup
wawasan


Dalam kepompong ini
Kita menutup mata menyumbat
telinga
Namun hati dan jiwa terbuka

Dalam kepompong ini
kata lukaterkunci gurauan
kata suka sebentang lautan

Kita tak pernah berhenti
Tak juga pernah kibarkan
bendera putih
Sampai waktu menjamah jiwa
Sampai takdir menelanjangi kita
Menjelma sesuatu yang indah
Menjadi sesuatu yang berharga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar