(Moch. Cholis)
Setiap terlintas bayanganmu
Getaran halus menyelusup
Di sebelah kiri rongga dadaku
Menyelinap di antara celah sempit
Lapisan epidermis
Masuk menusuk
Merasuk menuju kalbu
Berasa melihat angsa putih cantik
Berenang-renang di atas telaga nirwana
Yang bulu-bulunya diusap cahaya
Berbatas tipis dengan sayatan seribu
belati
Setajam rambut belah tujuh
Tempaan neraka gelap
Tak menyisakan cahaya
Tersiksa bahagia
Bahagia tersiksa
Ingin kusibak tirai-tirai dimensi
Pembatas antara keduanya
Sehingga tak tersisa lagi
Kata-kata selain cinta
Selama jiwa masih enggan
Berpisah dengan raga
Bahagia bisa jadi siksa
Suka menyimpan duka
Indah membungkus lara
Di pojok jauh relung sukmaku
Kutemukan diriku meringkuk
Terikat rantai-rantai besi
Yang ujung-ujungnya
Terkait pada fatamorgana
Aku ingin bebas
Membiarkan rantai-rantai itu
Mengikatku tanpa aku merasakannya
Tuhan
Beri hamba kekuatan
Jadikan rantai-rantai itu
Tali kekang hamba
Untuk mengendalikan fatamorgana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar