Selasa, 05 April 2016

Kepompong



(Moch. Cholis)

Sebuah ruang yang tampak
diam dari kejauhan  bagai telaga
yang diterpa sinar penguasa
malam

Ruang tanpa sekat tempat ulat
ulat lama bertemu saling
bertukar bulu

Ulat-ulat yang lahir dari telur
yang sama
Menjadi tak tetap sama dalam
eraman ruang waktu yang
mengukir warna pada bulu bulu
mereka


Ruang ini tempat kembali
bertemu
Bergesekan dan bertukar bulu

Ruang bagai telaga yang
mengeruh seketika
Terjejak kaki kaki kuda para
pengembara yang pulang dari
perut siang dan malam

Para pengembara yang kembali
dengan bermacam jenis belati

Mereka bertemu di ruang ini
untuk menempa diri

Walau cerita yang dibagi
melalui pahatan garis wajah
yang tampak tak ramah
melalui sketsa peristiwa yang
menyisakan luka

Kembali bertemu di ruang baru

Agar pahatan pada kanvas
kehidupan menjadi matang dan
tajam

Ada yang alergi dan pergi
Ada yang bertahan dengan luka
Ada mengobati luka dengan luka

Tapi

Banyak yang menemukan cinta
Dalam luka

Kepompong

Tempat luka dan cinta ditempa
jadi satu
Agar lahir kupu-kupu yang baru


Tidak ada komentar:

Posting Komentar