(Karya: Moch. Cholis)
Udara menjauhi kota
terusir dengus napas congkak penguasa
Air tak lagi mengalir
enggan bercampur air seni para pengusaha kaya
Subur tanah memilih menyingkir
menghindari buldoser-buldoser serakah yang lupa hari akhir
Di kota
tersisa ibu tua yang mengurut dada
Melihat anak manusia lupa sankan-paran semesta
Ibu tua
dengan sisa kekuatannya berdoa
menengadah menatap lubang-lubang efek rumah kaca
Ibu tua berharap
dengan kasihNya Tuhan mau menangguhkan azabNya
keren
BalasHapus