(Moch. Cholis)
Tanpamu aku akan
tetap terjaga
Menulis cerita disela sela sempitnya jarak yang tersisa
Memahat kisah cinta disisa sisa batang kayu yang termakan rayap
Bayanganmu menyelinap di kilau pisau pahatku
aroma rambutmu tercium di kopi pahit yang menemani malamku
Ketika aku terusir dari surga itu
Jiwaku telah siap menghirup derita
Sepanjang mana
Seperih apa
Selama kapan
Menulis cerita disela sela sempitnya jarak yang tersisa
Memahat kisah cinta disisa sisa batang kayu yang termakan rayap
Bayanganmu menyelinap di kilau pisau pahatku
aroma rambutmu tercium di kopi pahit yang menemani malamku
Ketika aku terusir dari surga itu
Jiwaku telah siap menghirup derita
Sepanjang mana
Seperih apa
Selama kapan
Aku menyiapkan diri terjerembab di lubang tanpa dasar
aku menset soft ware jiwaku berkompromi dengan grafitasi
Gelap mengajariku untuk mencari cahaya
Bersyukur aku terarung gelap sehingga kutahu ada cahaya dalam jiwa
Bersyukur Aku terlempar dari surga sehingga Aku tahu bahwa ada tempat yg lebih indah darinya.
Aku memilih diriku untuk
bertapa di kedalaman ruang tanpa dasar
yang tidak hanyut bersama waktu
Yang tidak tersangkut pada usia,
tidak berurusan dengan sebentar lama
tidak mengenal sekarang, dulu, dan esok.
Di ruang ini, aku bisa bercanda dengan cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar