Jumat, 01 April 2016

Masjid Jami’ Sumenep

(Masjid Tertua Berarsitektur Cina Simbol Peradaban di Timur Madura)

(Ahmad Baihaqi)

Masjid Jami’ Sumenep Jawa Timur merupakan satu diantara sepuluh masjid tertua berarsitektur unik di nusantara. Tembok bagian depan masjid dibangun kokoh dengan arsitektur Cina. Masjid yang kini berusia 235 tahun ini dibangun oleh arsitek Cina dan menjadi simbol pembauran antara budaya Islam dan Cina di Madura pada masa lampau.
  



Masjid Jami’ yang terletak di Jalan Trunojoyo nomer 6 Kelurahan Bangselok kecamatan Kota  Sumenep Jawa Timur ini dibangun pada tahun 1779 hingga 1787 Masehi oleh Panembahan Sumolo yang memerintah kerajaan Sumenep waktu itu.

  

Dari bagian depan masjid, nampak kesan arsitektur unik dan khas. Tembok besar nan kokoh dibangun oleh arsitek Cina bernama Lauw Pia Ngo. Desain unik dan perpaduan warna terang ini merupakan perpaduan dua budaya yakni Islam dan Cina.

Kubah masjid dibuat berbentuk piramid bersusun tiga dengan menggunakan atap berwarna hijau. Kubah piramid bersusun tiga berwarna hijau ini merupakan penutup bangunan masjid utama, di bagian depan dan samping kanan kiri terdapat masing-masing satu piramid bersusun dua dengan menggunakan atap genteng.
 






Di pintu masuk menuju bangunan utama masjid, terdapat dua prasasti bertuliskan arab dan jawa. Sedangkan di bagian dalam masjid terdapat 13 pilar atau tiang besar yang menjadi penyangga bangunan utama. Ketiga belas pilar ini melambangkan rukun sholat.

Bagian mihrob juga didesain unik dan khas dengan torehan aristektur Cina dan islam. Di bagian atas mihrob terdapat sebuah pedang kuno peninggalan Raja Sumenep. Pedang ini konon berasal dari irak dan menempel di tembok bagian atas mihrob.

 





Masjid JamiSumenep yang kini berusia 235 tahun ini menjadi tempat ibadah ummat Islam di sumenep seperti sholat lima waktu dan kegiatan-kegiatan syiar Islam lainnya.
 





Arsitektur masjid menjadi simbol pembauran ummat Islam dan Cina di masa silam. Pembauran ini masih lestari hingga kini baik dalam bentuk kerukunan antar ummat beragama di sekitar masjid dan Sumenep pada umumnya. Bahkan warga non muslim dan keturunan Cina sering memberi bantuan saat ada kegiatan syiar Islam di masjid jami’ seperti acara maulid Nabi dan isro’ mi’raj serta saat ramadhan.








Masjid JamiSumenep ini merupakan salah satu dari sepuluh masjid tertua berarstitektur unik di Nusantara. Selain menjadi tempat ibadah dan syiar agama, hingga saat ini masjid JamiSumenep memberikan peranan yang sangat baik terhadap terciptanya toleransi antar umat beragama di ujung timur Madura.
  
Selain menjadi bangunan bersejarah, Masjid ini diharapkan terus mampu menjadi ikon pemersatu ummat Islam dan menjaga toleransi antar umat beragama di Madura.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar