(Masjid Tertua Berarsitektur Cina Simbol Peradaban di Timur
Madura)
(Ahmad
Baihaqi)
Masjid Jami’ Sumenep Jawa Timur merupakan satu diantara sepuluh masjid tertua berarsitektur unik di nusantara. Tembok bagian
depan masjid dibangun kokoh dengan arsitektur Cina. Masjid yang kini berusia 235 tahun ini dibangun oleh arsitek Cina
dan menjadi simbol pembauran antara budaya Islam dan Cina di Madura pada masa
lampau.
Masjid Jami’ yang
terletak di Jalan Trunojoyo nomer 6 Kelurahan Bangselok kecamatan Kota Sumenep Jawa Timur ini
dibangun pada tahun 1779 hingga 1787 Masehi oleh Panembahan Sumolo yang
memerintah kerajaan Sumenep waktu itu.
Dari
bagian depan masjid, nampak kesan arsitektur unik dan
khas. Tembok besar nan kokoh dibangun oleh arsitek Cina bernama Lauw Pia Ngo. Desain
unik dan perpaduan warna terang ini merupakan perpaduan dua budaya yakni Islam
dan Cina.
Kubah
masjid dibuat berbentuk piramid bersusun tiga dengan menggunakan
atap berwarna hijau. Kubah piramid bersusun tiga berwarna hijau ini merupakan
penutup bangunan masjid utama, di bagian depan dan
samping kanan kiri terdapat masing-masing satu piramid bersusun dua dengan
menggunakan atap genteng.
Di
pintu masuk menuju bangunan utama masjid, terdapat dua
prasasti bertuliskan arab dan jawa. Sedangkan di bagian dalam masjid
terdapat 13 pilar atau tiang besar yang menjadi penyangga bangunan utama. Ketiga
belas pilar ini melambangkan rukun sholat.
Bagian
mihrob juga didesain unik dan khas dengan torehan aristektur Cina dan islam. Di
bagian atas mihrob terdapat sebuah pedang kuno peninggalan Raja Sumenep.
Pedang ini konon berasal dari irak dan menempel di tembok bagian atas mihrob.
Masjid Jami’ Sumenep yang kini berusia 235 tahun ini menjadi tempat ibadah
ummat Islam di sumenep seperti sholat lima waktu dan
kegiatan-kegiatan syiar Islam lainnya.
Arsitektur
masjid menjadi simbol pembauran ummat Islam dan Cina di
masa silam. Pembauran ini masih lestari hingga kini baik dalam bentuk kerukunan
antar ummat beragama di sekitar masjid dan Sumenep pada umumnya. Bahkan warga non muslim dan keturunan Cina
sering memberi bantuan saat ada kegiatan syiar Islam di masjid
jami’ seperti acara maulid Nabi dan isro’ mi’raj serta
saat ramadhan.
Masjid Jami’ Sumenep ini merupakan salah satu dari sepuluh masjid
tertua berarstitektur unik di Nusantara. Selain menjadi tempat ibadah dan syiar
agama, hingga saat ini masjid Jami’
Sumenep memberikan peranan yang sangat baik terhadap
terciptanya toleransi antar umat beragama di ujung timur Madura.
Selain
menjadi bangunan bersejarah, Masjid ini diharapkan terus
mampu menjadi ikon pemersatu ummat Islam dan menjaga toleransi antar umat
beragama di Madura.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar