(M.
Falikhul Isbah)
Apa
kau yakin dengan lukisanmu
Dari
warna yang kau tuang
Dengan
garis yang terbentang
Bagaimana
kau yakin dengan lukisanmu
Dengan
imaji yang tersamar
Dan
nyata yang terpapar
Mengapa
kau yakin dengan lukisanmu
Jika
siang tergambar malam
Jika
putih menjadi kelabu
Yakin?
Bingkai
saja
Bingkai
dengan kayu terharum yang kau punya
Bingkai
dengan kayu ukir terindah yang kau punya
Bingkai
saja!
Gantung
di dinding kenangan
Dimana
kau tak perlu menoleh
Ke
belakang ataupun depan
Lalu...
Kau
bisa kembali melukis
Dimana
siang tetap menjadi siang
Dan
putih tetap menjadi putih
Imaji
dan nyata tergambar lugas
Warna
dan garis terikat selaras
Melangkah
ke arah yang lebih waras
Sang
pendosa
Masih
bernafas lepas
Menyibak
setan yang tertawa
Melenggang
Sang
pendosa
Hatinya
merapuh
Pikirnya
mengaduh
Tertempa
makian hakim
Yang
kadang sok alim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar