(Himmah Mufidah)
Senja
merapat
Namun
tak sempat ada kata
Langit
mulai temaram
Kala
hatimu rapuh
Menorehkan
luka
Tanpa
kata
Senja
bergumam perlahan
Bersama
temaram tanpa kata
Sunyi
menyelinap di tengah riuhnya
malam
yang kan datang
Satu
persatu mulai berkata
Tapi
tak satupun bermakna
Terpejam
sudah
Terlelap
sudah
Dalam
lara
Kau
diam
Dalam
duka
Kau
membisu
Malam
telah datang
Meski
rembulan menyapa
Ia
berselimut awan
Temaram
Begitu
nyata tapi tak indah
Tetaplah
bermimpi
Meski
duka dan lara
Datang
silih berganti
Tetaplah
berkarya
Meski
panas dan hujan menyapa
Mendera
Dengan
goresan tinta
Tanpa
kata-kata
Dalam
sebuah makna
Makna
kehidupan
Yang
begitu nyata
Senja
telah berkata-kata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar